Teknologi LokalThis is a featured page

PESTISIDA ALAMI
UNTUK MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN
BERBAGAI MACAM PENYAKIT TANAMAN


Penggunaan Pestisida dari tahun ke tahun semakin meningkat, itu semua bertujuan untuk mengamankan tanaman dari serangan hama dan penyakit. Petani tidak menyadari bila penggunaan pestisida yang berlebihan akan mengancam keberlangsungan kehidupan musuh alami yang membantu keseimbangan ekosistem, juga produk yang dihasilkan akan menjadi tidak aman secara kesehatan bila dikonsumsi.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa konsep penggunaan pestisida yang telah diterapkan di pertanian modern telah menimbulkan berbagai efek samping seperti pencemaran lingkungan dilahan-lahan pertanian yang menggunakan bahan kimia ini, biaya produksi yang semakin tinggi akibat mahalnya harga yang harus ditebus petani untuk setiap kebutuhan pestisida persatuan luas atau persatuan produksi dan kelergatungan penggunaan pestisida. Sehingga pertanian modern sekarang dapat dicirikan sebagai usaha biaya tinggi. Sebuah cita-cita yang menelan dirinya sendiri.
Alasan kesehatan dan kelestarian alam menjadikan pertanian organik sebagai salah satu alternatif pertanian modern. Pertanian organik mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari input bahan sintetik, baik berupa pupuk, herbisida, maupun pestisida sintetik.
Sekarang sudah banyak konsumen yang sudah mulai sadar akan pentingnya produk makanan yang sehat, tidak lagi mempertimbangkan masalah harga yang mahal asal sehat (bebas dari residu kimia) produk pertanian tersebut akan dibelinya.
Namun, petani sering mengeluhkan hasil pertanian organik yang produktivitasnya cenderung rendah dan lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan teknologi yang diambil dari sumber-sumber kekayaan alami.
Berikut ini akan kami sampaikan bagaimana cara membuat salah satu ramuan untuk mencegah dan mengendalikan serangan virus, jamur serta berbagai hama tanaman yang diusahakan oleh petani, bahannya murah, mudah didapat dan mudah cara membuatnya.

A. Bahan-bahan yang digunakan :
1. Belerang : 1 Kg.
2. Kapur Hidup : 2 Kg.
3. PK : 50 Gram
4. Air : 10 Ltr.

B. Cara Membuatnya :
1. Haluskan belerang
2. Kapur diberi air 2 liter agar menjadi bubur
3. Rebus 10 liter airdalam panic sampai mendidih
4. Setelah mendidih masukan bubuk belerang sambil diaduk-aduk selama ½ jam.
5. Masukan bubur kapur diaduk-aduk 2 – 5 menit, angkat bubur tersebut kemudian PK dimasukan diaduk – aduk
kembali kemudian diendapkan selama 1 – 2 hari.
6. Setelah mengendap akan didapatkan larutan cair dibagian atas berwarna merah dan larutan pekat endapan-
nya berupa bubur pekat berwarna putih kekuningan, saring dan pisahkan kedua larutan tersebut, dan siap
untuk digunakan.

C.Fungsi dan Cara Penggunaan Larutan Cair yang berwarna Merah.
1. Fungsi :
- Untuk tanaman cabe berguna untukmencegah dan mengendalikan Virus kuning, Antracnose/Patek, Fusari-
um pada daun dan batang dan sercospora.
- Untuk kacang tanah dapat mencegah virus musaik dan sercospora pada daun.
- Untuk tanaman padi dapat mencegah dan mengendalikan penyakit hawar daun bakteri (kresek), busuk pele-
pah dan busuk batang.

2. Cara Penggunaannya
Campurkan 5 cc larutan cair berwarna merah dengan air satu liter, kemudian diaduk dan semprotkan pada
semua bagian tanaman, ulangi satu minggu sekali untuk tanaman cabe. Sedang untuk tanaman padi dan
kacang tanah dilakukan penyemprotan bila sudah Nampak gejala serangan.

D. Fungsi dan Cara Penggunaan Larutan Pekat yang berwarna putih kekuningan
1. Untuk tanaman cabe digunakan untukmengendalikan dan mencegah Fusarium pada batang dan ranting, cara-
nya oleskan larutan pekat tersebut yang telah diberi sedikit ait pada pangkal batang atau ranting tanaman cabe
dengan kuas sampai rata.
2. Untuk tanaman Jeruk, Kopi dan Kakao berguna untukmengendalikan jamur pada batang tanaman, yaitu dengan
cara : Tambahkan air sedikit pada larutan pekat tersebut kemudian kerok bagian tanaman yang terserang jamur
setelah bersih oleskan larutan tersebut dengan kuas sampai rata pada bagian batang tanaman yang terserang
jamur tersebut.







saepudinsba
saepudinsba
Latest page update: made by saepudinsba , Apr 17 2009, 9:13 PM EDT (about this update About This Update saepudinsba Edited by saepudinsba

435 words deleted

view changes

- complete history)
Keyword tags: None
More Info: links to this page
There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.